MTs Al-Furqon Cileungsi

Jln. Gg. H.Abd Ghofar Kp. Dayeuh RT 03/01 Ds. Dayeuh Kecamatan Cileungsi Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat 16820

Teladan dan Kriterianya

  1. Instrumen Lomba Sekolah Sehat 2012

  2. Layanan Pendidikan Berkualitas dalam sekolah sehat 2012

  3. Aspek penilaian lomba sekolah sehat

TELADAN DAN KRITERIANYA

Oleh:

SUNARDI, S.Pd.I, M.M.Pd

NIP. 150257365/196407231992031004

Jurusan Magister Menejemen Pendidikan

Pegawai Kementerian Agama Republik Indonesia

Kantor Kabupaten Bogor

(Kepala MTsS Al-Furqon Cileungsi)

 

Teladan merupakan suatu perbuatan terpuji yang patut ditiru dan dicontoh. Demikianpun kita sebagai anak yang berbudipekerti baik merupakan panutan yang harus ditiru dan dicontoh oleh teman-teman, maka dari itu kita harus memberikan contoh yang baik kepada anak lain.  Agar kita menjadi panutan, harus memiliki kriteria keteladanan sebagai berikut :

  1. 1.             Bermoral

Kita sebagai anak yang berbudipekerti harus memiliki moral yang tinggi, yaitu takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Cinta terhadap sesama manusia. Cinta akan mahkluk hidup dan lingkungannya. Tidak sewenang-wenang serta peka terhadap kepentingan dan kebutuhan orang tua dan masyarakat.

Kita jika ingin dianggap teladan oleh masyarakat maka kita haru berupaya meningkatkan harkat diri supaya mempunyai pribadi yang luhur, yaitu :

  1. Mempunyai cita-cita yang luhur.
  2. Tidak melakukan hal-hal yang tercela.
    1. Tidak membiasakan melakukan pelanggaran terhadap ketentuan atau aturan yang berlaku.
  3. Memegang teguh keyakinan dan percaya diri.
  4. Menegakkan kebenaran dan membela keadilan.
  5. Berjuang untuk kepentingan pendidikan.
  6. Jujur, artinya dapat dipercaya
  7. Mempunyai dedikasi tinggi.
  8. Setia akan tugas dan menjujung tinggi harkat pendidikan.
  9. Cinta dan kasih sayang terhadap anak didik.

Agar kita menjadi panutan yang baik, harus berusaha tidak terjerumus pada perbuatan maksiat, rajin dan tekun serta ikhlas dalam melakukan pekerjaan.

  1. 2.             Berdedikasi

Kita sebagai anak berbudipekerti baik dan teladan harus memiliki dedikasi, yaitu sesuatu kegiatan yang dilakukan dalam rangka memajukan proses pembelajaran semata-mata berupa pengabdian, tidak bersifat komersial atau imbalan jasa.

Kita sebagai anak berbudiperkerti baik memiliki dedikasi yaitu :

  1. Mengembangkan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya tanpa memperhitungkan kelebihan waktu atau upah yang diterimanya.
  2. Melaksanakan peranan-peranannya secara berhasil dengan tanpa pamrih.
  3. Mengutamakan kepentingan umum dari pada kepentingan pribadi.
  4. Bekerja dalam usaha mencapai tanggung jawabnya.
  5. Membina, membimbing dan memotivasi diri kita untuk bisa maju tanpa embel-embel ingin terpuji dan harapan moral atau material.
  6. 3.             Penuh Pengabdian

Salah satu faktor pendukung terhadap keteladanan kita adalah pengabdian. Untuk saat ini sudah jarang orang yang bekerja dengan ikhlas dan penuh pengabdian. Hal ini dikarenakan adanya kemajuan zaman dan perubahan-perubahan yang mengacu kepada segi materi sehingga semua orang yang bekerja harus digaji dan dikasih upah, sehingga hampir semua langkah harus menghasilkan uang sebagai imbalan jasa.

Pengabdian adalah suatu kegiatan yang dilakukan seseorang untuk memperoleh hasil dengan tanpa pamrih. Pengabdian kita dalam proses pembelajaran sebagai ciri keteladanan diantaranya sebagai berikut :

  1. Ikhlas dalam  melaksanakan pekerjaan, baik pekerjaan rutin maupun pekerjaan tambahan.
  2. Semua rencana kerja diselesaikan dengan baik tanpa memandang sesuatu apapun.
  3. Kegiatan dan pekerjaan yang belum terselesaikan oleh orang lain diselesaikannya dengan tulus.
  4. Berusaha memperoleh hasil kerja sebaik-baiknya atas dorongan kata hatinya.
  1. 4.             Berkepribadian

Kepribadian merupakan susunan sistem-sistem psikofisik yang berada dalam diri individu dan menentukan penyesuaian-penyesuaian yang unik terhadap lingkungannya. Keteladanan kita didalam mencapai predikat teladan saat melaksanakan pekerjaan salah satu melaksanakan pekerjaan salah satu faktor penunjangnya adalah kepribadian yang utuh.

Anak teladan yang memiliki kepribadian, adalah mereka yang memiliki ciri sebagai berikut :

  1. Penampilan sesuai dengan profesi.
  2. Memiliki sikap keterbukaan.
  3. Memiliki pendirian yang teguh.
  4. Tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang negatif.
  5. Memiliki kestabilan emosi.
  6. Toleransi terhadap sesama  teman, orang tua, dan guru terutama pada anak didik.
  7. Bisa bergaul, ramah tamah dan tenggang rasa.
  8. Tidak mudah frustasi jika mendapatkan kesulitan.
  9. 5.             Berbakat

Bakat merupakan suatu kondisi atau seperangkat karakteristik manusia mengenai gejala-gejala kemampuan setia individu yang diperoleh dengan seperangkat  respon, seperti kemampuan berbicara, kemampuan berbahasa, ataupun kemampuan memainkan musik. Dengan demikian bakat adalah suatu kemampuan potensial untuk memperoleh kemampuan aktual tertentu dalam proses pembelajaran.

Bakat yang harus dimiliki kita sebagai orang yang diteladani, terdiri dari, intelegensi dan berprestasi, kepribadian minat dan keterampilan lainnya yang memberikan kecenderungan untuk meningkatkan pembelajaran serta bakat tersebut dibawa sejak lahir.

Ada beberapa jenis bakat yang menunjang terhadap keteladanan kita yaitu sebagai berikut :

  1. Bakat mekanikal yaitu bakat yang berhubungan dengan gerak, persepsi, penalaran ruang dan penalaran mekanikal, yakni :
    1. Kapasitas untuk memahami relasi mekanikal yang meliputi kemampuan persepsi ruang dan imajinasi.
    2. Kemampuan menggerakan dan kecekatan jari, tangan dan koordinasi otot.
    3. Kekuatan gerak, kecepatan bergerak dan kebutuhan untuk bertahan.
    4. Bakat musikal, yaitu bakat yang berhubungan dengan musik.
    5. Bakat artistik, yaitu bakat yang berhubungan dengan sini. Belajar dan bekrja merupakan suatu pekerjaan seni, oleh karena itu kita dalam belajar harus memiliki bakat ini.
    6. Bakat klerikal, yaitu bakat yang berhubungan dengan kemmapuan, ketepatan dan kecepatan dalam menentukan persepsi.
    7. 6.             Kreatif

Kita sebagai anak teladan tentu saja harus kreatif yaitu memiliki kemampuan untuk menghasilkan komposisi, produk atau gagasan yang pada dasarnya baru dan sebelumnya tidak ada.

Kreatifitas yang dilakukan kita berupa :

  1. Kegiatan imajinatif
  2. Kegiatan sintesis pemikiran yang hasilnya bukan hanya perangkuman, melainkan laporan yang jelas.
  3. Meneliti keberadaan proses pembelajaran dimana hasilnya, akan memberikan masukkan pada kita untuk meningkatkan prestasi belajar.

Kreatifitas tidak saja bergantung pada potensi bawaan yang khusus tetapi juga pada perbadaan mekanisme mental yang menjadi saran untuk mengungkapkan sifat bawaan, mekanisme mental ini dihasilkan oleh hasil-hasil adaptasi.

Ada beberapa kondisi yang dapat meningkatlkan kretifitas dalam proses pembelajaran, yaitu :

  1. Waktu, untuk menjadi kreatif kegiatan jangan diatur sedemikian rupa sehingga hanya sedikit waktu menemukan gagasan-gagasan dan konsep-konsep yang kemudian dicobanya dalam bentuk baru.
  2. Kesempatan menyendiri, untuk menjadi kreatif anak membutuhkan waktu dan kesempatan menyendiri untuk mengembangkan kehidupan imajinatif.
  3. Dorongan, agar kita menjadi kreatif perlu ada dorongan, baik dorongan dari dalam diri sendiri maupun dorongan dari luar.
  4. Sarana supaya kreatif perlu ada sarana yang tersedia untuk mendorong rangsangan eksperimental dan eksplorasi.
  5. Lingkungan  yang merangsang, kreativitas kita bisa terwujud, jika lingkungan rumah dan sekolah merangsang kreativitas dengan memberikan bimbingan dan dorongan untuk menggunakan sarana yang akan mendorong kreativitas.
  6. 7.             Inovatif

Kita sebagai anak berbudipekerti dan teladan peka terhadap apa yang sedang berlangsung di sekolah maupun di lingkungan sekitarnya. Ini dimaksudkan agar apa yang dilakukan tetap konsiten dengan kebutuhan dan tidak ketinggalan zaman. Untuk itu, maka kita harus memiliki sikap inovatif dan sebagai pembaharu dalam bidang pembelajaran.

Pembaharuan yang dilakukan kita merupakan suatu upaya untuk menjembatani masa sekarang dan masa mendatang dengan jalan memperkenalkan program pembelajaran yang baru sebagai jawaban atas perkembangan internal dalam dunia pendidikan yang cenderung mengejar efisiensi dan efektifitas pembelajaran.

Kita sebagai inovator atau pembaharu dalam pembelajaran harus mampu memecahkan masalah yang didihadapi atau minimal mampu memberikan berbagai alternatif jawaban dan memilih salah satu alternatif untuk kelancaran proses pembelajaran dan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.

  1. 8.             Berdisiplin

Sebagaimana telah diuraikan di atas bahwa disiplin merupakan suatu kepatuhan, ketaatan dan ketertiban dalam menjalankan tugas, sehingga memperoleh hasil yang memuaskan. Sebagai panutan dalam melaksanakan tugas harus disiplin.

Disiplin muncul dari kebiasaan hidup dan kehidupan sehari-hari teratur, serta mencintai dan menghargai pekerjaannya. Disiplin adalah suatu yang terletak didalam hati dan didalam jiwa sesorang yang memberikan dorongan bagi orang yang bersangkutan untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu sebagaimana ditetapkan oleh norma dan peraturan yan berlaku.

Kita sebagai anak yang berdisiplin, akan melaksanakan belajar dengan disiplin penuh atau tertanam sifat ulet dan tekun, bekerja tanpa mengenal lelah dan tanpa pamrih merupakan hal yang harus dimiliki. Siswa akan memperoleh imbalan dari kegiatan yang berdisiplin, yaitu pribadi yang utuh dan tidak berputus asa jika menghadapi kegagalan serta berusaha untuk mengatasinya.

  1. 9.             Dinamis

Dinamis merupakan sifat yang dimiliki seseorang untuk terus bergerak dengan menggunakan segala potensi pribadi dan selalu berusaha mencari perubahan positif kearah kemajuan dan tidak terpaku pada suatu aturan yang konstan atau monoton. Kita dituntut untuk mempunyai sifat dinamis, siap peka menerima perubahan atau pembaharuan untuk meningkatkan mutu yang mendapatkan motif baru dalam kemajuan.

Dibawah ini ciri-ciri orang mempunyai sifat dinamis dan patut menjadi teladan, yaitu:

  1. Memiliki kesehatan jasmani dan rohani sebagia modal dasar berperilaku.
  2. Memiliki keyakinan dan optimis akan keberhasilan.
  3. Tidak pernah putus asa apalagi prestasi.
  4. Bertawakal terhadap Allah Yang Maha Pemurah.
  5. Tidak menyenangi hal-hal yang senantiasa statis.
  6. Tidak mengeluh bila menemui kesulitan dan selalu berusaha mencari jalan sampai berhasil.
  7. Percaya akan kemampuan diri bahwa jika ada kemauan pasti akan ada jalan walaupun ditempuh dengan melalui kesulitan.
  1. 10.         Berprestasi

     Prestasi merupakan suatu bukti keberhasilan usaha yang dicapai sesorang setelah melakukan suatu kegiatan. Demikianpun keberhasilan setelah menyelenggarakan proses pembelajaran.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi prestasi kita dalam proses pembelajaran, sehingga dijadikan panutan.

Adapun faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Keinginan untuk mencapai apa yang dicita-citakan.
  2. Minat pribadi yang mempengaruhi profesi keguruan.
  3. Pengalaman masa lampau. Keberhasilan memperkuat aspirasi dan pengalaman kegagalan.
  4. Pola kepribadian yang mempengaruhi jenis dan kekuatan aspirasi.
  5. Nilai pribadi, yaitu yang menentukan apa saja aspirasi yang penting.
  6. Jenis kelamin
  7. Status sosial ekonomi.

Bogor, 2 Mei 2012

Kepala Sekolah

SUNARDI, S.Pd.I, M.M.Pd

NIP. 150257365/196407231992031004

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: