MTs Al-Furqon Cileungsi

Jln. Gg. H.Abd Ghofar Kp. Dayeuh RT 03/01 Ds. Dayeuh Kecamatan Cileungsi Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat 16820

Pengumuman Ulangan Semester Ganjil Madrasah Tsanawiyah Provinsi Jawa Barat

Posted by MTs Al-Furqon Cileungsi pada November 20, 2012

Ulangan Semester ganjil Madrasah Tsanawiyah Provinsi Jawa Barat dilaksanakan pada Tanggal 03 Desember 2012 sampai dengan 08 Desember 2012.

JADWAL ULANGAN SEMESTER GANJIL

MADRASAH TSANAWIYAH PROVINSI JAWA BARAT TAHUN PELAJARAN 2012/2013

SENIN

08.00 – 09.30

AL-QURAN HADITS

10.00 – 11.30

AQIDAH AKHLAK

 

SELASA

08.00 – 09.30

FIQIH

10.00 – 11.30

SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM

 

RABU

07.30 – 09.00

BAHASA INDONESIA

09.15 – 10.45

PKN

 

KAMIS

07.30 – 09.00

BAHASA  INGGRIS

09.15 – 10.45

SENI BUDAYa

11.00 – 12.30

ILMU PENGETAHUAN ALAM

 

JUM’AT

07.30 – 09.00

BAHASA ARAB

10.00 – 11.30

TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKAS

 

SABTU

07.30 – 09.30

MATEMATIKA

10.00 – 11.30

BAHASA SUNDA

Satu Tanggapan to “Pengumuman Ulangan Semester Ganjil Madrasah Tsanawiyah Provinsi Jawa Barat”

  1. sunardi Gk said

    JUJUR
    Kejujuran adalah sifat utama dan kunci dalam pergaulan. Semua orang menuntut adanya sifat itu, walaupun pada saat ini kejujuran sudah merupakan barang langka dalam kehidupan sehari-hari.
    a. Pengertian tentang jujur
    Jujur artinya dapat dipercaya, yakni perkataan dan perbuatan sesuai dengan kebenaran. Jujur merupakan induk dari sifat-sifat baik. Jika sifat jujur ini tidak diwujudkan pada diri kita, maka akan sulit bagi kita untuk berbuat baik, menegakkan sifat jujur dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
    1. Membiasakan berkata sesuai dengan apa yang dilakukan
    2. Mengakui kebenaran orang lain dan mengakui kesalahan diri sendiri jika memang salah
    3. Berlaku bijaksana sesuai dengan aturan hukum
    Jujur dapat juga disebut dengan benar, memberikan sesuatu yang benar atau sesuai dengan kenyataan. Jujur atau benar terbagi kepada :
    1. Benar dalam ucapan, artinya mengatakan sesuatu sesuai dengan kenyataan
    2. Benar dalam niat dan kemauan
    3. Benar dalam tekad
    4. Benar dalam menepati janji
    5. Benar dalam perbuatan
    Kita dituntut selalu berpegang kepada kejujuran, dengan memperhatikan dasar-dasar kebenaran yang sesuai dengan situasi dan kondisi yang dialaminya, sehingga dapat melaksanakan hukum yang benar berdasarkan ajaran agama. Oleh karena itu, sifat dan sikap jujur sangat erat hubungannya dengan sifat “adil”. Adil atau keadilan adlah buah dari sifat kejujuran. Dan adil ini diwajibkan oleh Tuhan YME yakni Alloh SWT. untuk ditegakkan.
    Lawan jujur adalah dusta, yaitu memberitahukan sesuatu berlainan dengan yang sebenarnya. Dalam bahasa sehari-hari jujur sering diterjemahkan sebagai sikap terbuka, yakni tidak ada sesuatu yang perlu dirahasiakan atau ditutup-tutupi. Jujur berarti pula menempatkan sesuatu pada tempat yang selayaknya sesuai dengan tututan.
    Kejujuran merupakan sifat terpuji dan kunci sukses dalam pergaulan. Tidak diragukan lagi bahwa semua orang menuntut adanya sifat jujur, baik pada dirinya sendiri maupun pada orang lain. Tidak terbatas, apakah dia seorang siswa atau guru, seorang pemimpin atau bawahan, orang tua atau anak-anak, dan semua orang dalam lapisan dimanapun mereka berada. Begitu besar tuntutan untuk berlaku jujur, namun dalam kenyataan sehari-hari tidak semua melakukan kejuran ini.
    Banyak contoh yang menunjukkan bahwa orang yang berbuat jujur selalu disenangi oleh orang lain. Bahkan orang yang jujur dengan mudah dapat meningkat martabatnya. Kita dapat mengambil contoh salah satu dari sikap Nabi Muhammad SAW sebelum menjadi nabi, ketika Beliau diserahi tugas oleh SIti Khadijah untuk menjalankan usaha dagang. Karena kejujuran Beliau dalam berdagang, maka usaha tersebut berhasil dengan meraih keuntungan yang besar. Disamping itu nama Beliau sebagai seorang yang jujur semakin terkenal dimana-mana.
    Contoh lain tentang kejujuran adalah yang dilakukan oleh seorang budak pengembala kambing pada zaman Khalifah Umar bin Khattab. Ketika budak itu sedang mengembala kambing-kambing milik tuannya, dating Khalifah Umar menujuk untuk membeli salah seekor dari kambing-kambing itu budak itu tidak mau menjualnya. Padahal jika budak itu m au menjual kambing itu hanya seekor saja, tuannya tentu tidak akan mengetahuinya. Ia tidak mau melakukan perbuatan yang tidak jujur itu, karena Tuhan pasti mengethuinya. Khalifah Umar sangat terharu menyaksikan kejujuran budak itu. Beliau lalu membebaskan budak itu. Sebagai imbalan dari kejujurannya, budak itu menjadi merdeka dan dicintai banyak orang.
    b. Bentuk-bentuk kejujuran
    Dalam kehidupan sehari-hari banyak perlakuan jujur yang harus kita laksanakan. Apapun jenis pekerjaan kita, jika kita seorang siswa hendaknya jujur kepada orang tua dan kepada sesame teman. Ketika ulangan atau ujian, percayalah kepada diri sendiri, jangan menyontek, atau melihat hasil pekerjaan teman. Kalau sekali-kali kita berlaku tidak jujur, maka untuk selanjutnya orang tidak akan percaya kepada kita.
    Ada beberapa hal yang mendorong terpupuknya sifat jujur, antara lain :
    1. Membiasakan berbicara sesuai dengan perbuatan
    2. Mengakui kebenaran orang lain dan mengakui pula kesalahan diri sendiri jika memang bersalah.
    3. Selalu ingat bahwa semua perbuatan manusia dilihat oleh Tuhan YME.
    4. Menyakini bahwa kejujuran mengantarkan manusia jenjang derajat yang terhormat.
    5. Menyakini bahwa dengan jujur, berarti menjaga diri dari hitamnya wajah di akhirat nanti.
    c. Ganjaran bagi sebuah kejujuran
    Orang yang jujur akan mendapat kebahagiaan sebagai ganjarannya, kebahagiaan di dunia dan kebaghagiaan di akhirat.
    Kebahagiaan di dunia diantaranya :
    1. Dipercaya oleh orang, sehingga dengan dipercayanya oleh orang mudah untuk mendapat kepercayaan, berarti mudah untuk mendapatkan uang.
    2. Dengan kejujuran hidup tidak akan banyak mendapat masalah, karena dengan kejujuran semua pekerjaan dan kepercayaan akan terjamin.
    3. Mudah untuk mendapatkan kepercayaan lagi dari berbagai kalangan, baik dari teman, orang tua maupun masyarakat.
    Kebahagiaan di akhirat diantaranya :
    1. Surga yang telah disediakan bagi orang jujur
    2. Pemeriksaan dialam kubur oleh malaikat Mungkar dan Nakir akan lancer, karena tidak banyak masalah di alam dunia.
    OLEH : SUNARDI, S.Pd.I, M.M.Pd
    KEPALA MTsS AL-FURQON
    NIP. 150257365/196407231992031004

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: